LPK PROMAI adalah lembaga pelatihan keterampilan profesi di bidang marketing  yang berbasis pada SKKNI guna melaksanakan persyaratan bagi sertifikasi kompetensi profesi. LPK PROMAI dibentuk dan didirikan oleh Perkumpulan Profesi Marketing Indonesia (PROMAI) yang bertujuan untuk melakukan pelatihan sumber daya manusia pada bidang marketing  khususnya pada industri profesi konsultansi manajemen bidang pemasaran.

LPK PROMAI bertugas mengembangkan standar kompetensi, melaksanakan pelatihan kompetensi. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya mengacu kepada Pedoman yang dikeluarkan oleh SK Menaker no. 389 tahun 2013 tentang SKKNI Pemasaran. Dalam pedoman tersebut ditetapkan persyaratan yang harus ditaati untuk menjamin agar LPK PROMAI menjalankan prosedur pelatihan kepada pihak ketiga secara konsisten dan profesional pada tingkat operator, manajer dan spesialis pemasaran, sehingga dapat diterima di tingkat nasional yang relevan.


Nama LPK PROMAI

Nama Penyelenggara: Perkumpulan Profesi Marketing Indonesia (PROMAI)

Akte Notaris : Muhammad Indra Sentosa, SH, M.Kn

Tanggal SK pendirian: Tanggal 17 November 2015 di Jakarta

Pejabat Penandatangan: Muhammad Indra Sentosa, SH, M.Kn

Alamat LSP: Pertokoan Bekasi Mas Blok D-22 Bekasi

Telepon: 021-99251436 WA. 082225705100

Homepage: www.ipwi.net

 Struktur Organisasi:

Pendiri: Bambang Tri Cahyono, Ph.D

Ketua Pelaksana: Ir. Besar Agung Martono, MM, DBA

Wakil Ketua Pelaksana: Adhitya Pradhana, S.Sod

KEGUNAAN PELATIHAN BETBASIS SKKNI

Tenaga Pemasar memerlukan standar kompetensi kerja yang disusun untuk dapat menjadi acuan terhadap kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap tenaga pemasar di Indonesia dan berlaku secara nasional, dan diterbitkan SK nya oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Ruang lingkup dari pemasaran yang dimaksud mengacu pada apa yang telah didefinisikan oleh Asosiasi Pemasaran Amerika (American Marketing Association), bahwa pemasaran adalah fungsi organisasi dan seperangkat proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan, dan memberikan nilai kepada pelanggan dan untuk mengelola hubungan pelanggan dengan cara yang menguntungkan organisasi dan pemegang sahamnya.

Standar kompetensi yang dipakai dalam pelatihan adalah SKKNI yang bertujuan untuk menstandarisasi kompetensi dari tenaga pemasar yang tugas dan fungsinya terbatas berkaitan dengan melakukan aktivitas pejualan (sales), pengelolaan layanan (service), dan pengelolaan merek (brand).

Adapun untuk lebih jelas lagi, masing-masing fungsi dan peran dari tenaga pemasar yang berkaitan dengan melakukan aktivitas penjualan, pengelolaan layanan, dan pengelolaan merek akan dijabarkan kembali. Tenaga penjual memiliki peranan penting dalam semua perusahaan. Mereka seringkali dianggap sebagai ujung tombak dan mendorong penghasilan bagi badan usaha.

Share this post