PROFIL LSP MARKETING

PENDAHULUAN

 

Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) MARKETING adalah lembaga pendukung BNSP yang bertanggung jawab melaksanakan sertifikasi kompetensi profesi. LSP MARKETING dibentuk dan didukung oleh Perkumpulan Profesi Marketing Indonesia (PROMAI). LSP MARKETING bertujuan untuk melakukan sertifikasi sumber daya manusia pada bidang marketing  khususnya pada industri perangkat keras dan lunak. Pendirian LSP MARKETING mendapatkan dukungan dari asosiasi bidang marketing dan para profesional bidang marketing  antara lain: Perkumpulan Profesi Marketing Indonesia (PROMAI), Asosiasi Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan Indonesia (AP3I), dan Yayasan Pelita Bangsa. LSP MARKETING bertugas mengembangkan standar kompetensi, melaksanakan uji kompetensi, menerbitkan sertifikat kompetensi serta melakukan sertifikasi tempat uji kompetensi. Dalam melaksanakan tugas dan fungsi, LSP MARKETING mengacu kepada Pedoman yang dikeluarkan BNSP. Dalam pedoman tersebut ditetapkan persyaratan yang harus ditaati untuk menjamin agar lembaga sertifikasi menjalankan prosedur sertifikasi kepada pihak ketiga secara konsisten dan profesional, sehingga dapat diterima di tingkat nasional yang relevan.

 

Nama LSP        :

Nama Penyelenggara        :

Nama Pendukung        :

 

Akte Notaris        :

Tanggal SK pendirian        :

Pejabat Penandatangan        :

Alamat LSP       :

Telepon       :

Homepage       :

Email       :

YAYASAN LSP MARKETING

Perkumpulan Profesi Marketing Indonesia (PROMAI)

Asosiasi Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan Indonesia (AP3I); PT SSQ International; Yayasan Pelita Bangsa; Yayasan Komunitas Sales Indonesia (KOMISI)

Muhammad Indra Sentosa, SH, M.Kn

tanggal 17 November 2015 di Jakarta

Muhammad Indra Sentosa, SH, M.Kn

Pertokoan Bekasi Mas Blok D-22 Bekasi

021-99251436 WA. 082225705100

www.lspmarketing.id

cs@lspmarketing.id

 

KEGUNAAN STANDAR KOMPETENSI

Tenaga Pemasar memerlukan standar kompetensi kerja yang disusun untuk dapat menjadi acuan terhadap kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap tenaga pemasar di Indonesia dan berlaku secara nasional, dan diterbitkan SK nya oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Ruang lingkup dari pemasaran yang dimaksud mengacu pada apa yang telah didefinisikan oleh Asosiasi Pemasaran Amerika (American Marketing Association), bahwa pemasaran adalah fungsi organisasi dan seperangkat proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan, dan memberikan nilai kepada pelanggan dan untuk mengelola hubungan pelanggan dengan cara yang menguntungkan organisasi dan pemegang sahamnya. Standar kompetensi yang dipakai dalam uji kompetensi LSP Marketing adalah SKKNI yang bertujuan untuk menstandarisasi kompetensi dari tenaga pemasar yang tugas dan fungsinya terbatas berkaitan dengan melakukan aktivitas pejualan (sales), pengelolaan layanan (service), dan pengelolaan merek (brand). Adapun untuk lebih jelas lagi, masing-masing fungsi dan peran dari tenaga pemasar yang berkaitan dengan melakukan aktivitas penjualan, pengelolaan layanan, dan pengelolaan merek akan dijabarkan kembali. Tenaga penjual memiliki peranan penting dalam semua perusahaan. Mereka seringkali dianggap sebagai ujung tombak dan mendorong penghasilan bagi badan usaha.

 

STANDAR YANG DIGUNAKAN

SKKNI yang digunakan oleh LSP Marketing ini berlaku bagi semua tenaga pemasar yang memiliki tugas, fungsi dan peran pada bidang penjualan (sales), pelayanan (service), dan pengelolaan merek (brand). Sehingga batasan pemberlakuan tidak mencakup topik-topik dan bidang keahlian di luar ketiga bidang tersebut. Ketentuan dalam Peraturan Presiden No 8 Tahun 2012, yang menyatakan bahwa Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, yang selanjutnya disingkat KKNI, adalah kerangka perjenjangan kualifikasi  kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai bidang. Mengingat bahwa tenaga pemasar berada di garis depan hampir di setiap sektor  industri, khususnya perdagangan, dan belum adanya alat untuk dapat mengukur kompetensi setiap individu yang ada, maka diperlukan penyusunan standard kompetensi yang dapat mengukur hal tersebut. SKKNI untuk tenaga pemasar ini bersifat komprehensif dan sesuai dengan jenjang jabatan, dengan pembagian kompetensi yang jelas dan fokus pada peran dan fungsi dari tenaga pemasar, yang kompatibel dengan beragam industri, dan bersifat fleksibel.

 

MANFAAT SERTIFIKASI LSP MARKETING

Bagi Industri/ organisasi

  • Membantu industri/organisasi meyakinkan kepada kliennya bahwa produk/jasanya telah dipasarkan secara benar oleh tenaga-tenaga yang kompeten di bidang marketing .
  • Membantu industri/organisasi dalam rekruitmen bidang marketing dan mengembangkan tenaga berbasis kompetensi guna meningkatkan efisensi marketing khususnya dan efisiensi nasional pada umumnya.
  • Membantu industri/organisasi dalam sistem pengembangan karir dan remunerasi tenaga berbasis kompetensi dan meningkatkan produktivitas bidang marketing.

Bagi Tenaga kerja

  • Membantu tenaga profesi meyakinkan kepada organisasi/industri/kliennya bahwa dirinya kompeten dalam bekerja atau menghasilkan produk atau jasa dan meningkatkan percaya diri tenaga profesi bidang marketing .
  • Membantu tenaga profesi dalam merencanakan karirnya dan mengukur tingkat pencapaian kompetensi bidang marketing dalam proses belajar di lembaga formal maupun secara mandiri.
  • Membantu tenaga profesi bidang marketing dalam memenuhi persyaratan regulasi.
  • Membantu pengakuan kompetensi lintas sektor dan lintas Negara bidang marketing
  • Membantu tenaga profesi dalam promosi profesinya dipasar tenaga kerja bidang marketing

Bagi Lemdiklat

  • Membantu memastikan link and match antara kompetensi lulusan dengan tuntutan kompetensi dunia industry bidang marketing .
  • Membantu memastikan tercapainya efisiensi dalam pengembangan program diklat bidang marketing .
  • Membantu memastikan pencapain hasil diklat yang tinggi bidang marketing .
  • Membantu Lemdiklat dalam sistem asesmen baik formatif, sumatif maupun holistik yang dapat memastikan dan memelihara kompetensi peserya didik selama proses diklat bidang marketing .

 

SKEMA SERTIFIKASI

Skema sertifikasi di bidang marketing menjadi penekanan dalam dokumen ini karena sangat diperlukan kemampuan telusur terhadap standar dan regulasi teknis industri sistem marketing berskala nasional dan internasional. Sistem ini juga dikembangkan dan didokumentasikan untuk selalu mampu telusur dengan standar sistem manajemen mutu lembaga sertifikasi dari ISO 17024: 2012 tentang persyaratan umum lembaga sertifikasi personil. Sistem dan Panduan Mutu ini secara konsisten menekankan masalah ketidak berpihakan yang dapat mengancam kredibilitas dan validitas sertifikasi profesi di bidang Marketing. Sehingga dalam pedoman ini ketidak berpihakan dibahas khusus dalam suatu klausul serta terkait dengan klausul-klausul yang lain. Sistem dan Panduan ini dikhususkan untuk jenis lembaga sertifikasi profesi pihak ketiga untuk mensertifikasi para tenaga kerja bidang marketing. Sistem dan panduan ini digunakan sebagai acuan dalam melakukan asesmen baik dalam membuat laporan ketidaksesuaian dan sebagai bahan memberikan alternatif permintaan tindakan koreksi dan menjamin ketelusurannya.

 

Adadun skema sertifikasi LSP Marketing adalah sebagai berikut:

 

SKEMA BERBASIS OKUPASI

Operator Sales Manajer Sales Strategi Sales
Operator Layanan Manajer Layanan Strategi Layanan
Operator Merek Manajer Merek Strategi Merek

SKEMA BERBASIS KKNI

Operator Marketing Manajer Marketing Strategi Marketing

 

VISI DAN MISI LSP MARKETING

VISI:

Menjadi lembaga sertifikasi profesi bidang marketing  yang mempunyai kinerja prima di tingkat nasional, regional, dan internasional tahun 2020.

MISI:

  1. Menyelenggarakan sertifikasi kompetensi tenaga kerja bidang marketing  yang independen dan profesional
  2. Menjamin mutu dengan dengan menjaga proses sertifikasi sesuai dengan standar yang berlaku dan melakukan inovasi-inovasi.
  3. Menetapkan kompetensi sumber daya manusia melalui prosedur sertifikasi profesi di bidang marketing 

 

PROGRAM KERJA LSP MARKETING 2016-2020

 

SARARAN

  1. Tersosialisasinya pelayanan sertifikasi kepada profesi dan industri pada bidang marketing sebanyak 100 lembaga profesi dan industri di bidang marketing.
  2. Tersosialisasi dan terkomunikasikannya layanan sertifikasi kepada 1000 lembaga Pendidikan Vokasi dan LPK
  3. Terverifikasinya TUK di 50 kota besar di Indonesia.
  4. Terlaksananya pelayanan sertifikasi sejumlah 10.000 sertifikat per tahun.

 

TARGET

  1. Tenaga kerja pada industri: 2.000 orang per tahun.
  2. Tenaga kerja freelance: 3.000 orang per tahun.
  3. Calon tenaga kerja: 5.000 orang per tahun.

 

KEBIJAKAN MUTU

  1. Lembaga sertifikasi profesi MARKETING bertekad menerapkan dan memelihara mutu sesuai dengan pedoman BNSP 201 dan 202.
  2. Seluruh personil LSP MARKETING berkomitmen untuk menyelenggarakan Uji kompetensi bidang marketing  secara  professional.

 

SASARAN MUTU

Tercapainya standarisasi kompetensi sumberdaya manusia bidang marketing.

 

STRUKTUR ORGANISASI

PENDIRI     JABATAN
  • DR. Heru Mulyanto, MM  
  • Ketua
  • DR. Anna Wulandari, MM
  • Sekretaris
  • Kania Safitri, SE  
  • Bendahara
  • Juniarto Rojo Prasetyo, MPM, Ed.D
  • Pengawas

 

DEWAN PENGARAH

PENGARAH    JABATAN ORGANISASI
  • Dedy Budiman, M.Pd  
  • Ketua                        
  • KOMISI                     
  • Agung Martono, DBA
  • Anggota                    
  • PROMAI
  • Koes Indrati, MM    
  • Anggota                    
  • YAY PELITA BANGSA
  • Adhitya Pradhana, S.Sos
  • Anggota                    
  • PT SSQ INTL
  • DR. Anna Wulandari, MM
  • Anggota                    
  • AP3I

 

DEWAN PENGURUS

PELAKSANA JABATAN
  • Bambang Tri Cahyono, M.Ec, Ph.D 
  • Ketua Pelaksana
  • DR. Heru Mulyanto, SE, MM.
  • Manajer Mutu
  • Juniarto Rojo Prasetyo, MPA, Ed.D
  • Manajer Sertifikasi
  • DR. Anna Wulandari, SE, MM.   
  • Manajer Standardisasi
  • Ir. Purwanoto, SS.      
  • Manajer Administrasi

 

KEBIJAKAN HARGA

Kebijakan harga yang diterapkan LSP Marketing adalah mengacu pada Pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Kerja tahun 2015, yaitu Rp 8 juta per paket (20 asesi) atau Rp  400.000,- per asesi dengan kombinasi diferensiasi harga per produk yang ditawarkan sebagai berikut:

 

LAPORAN BERKALA

LSP Marketing menerbitkan Laporan Berkala Bulanan dan Rencana Kerja 6 Bulanan yang dilaporkan kepada BNSP dan membuat kaji ulang manajemen tiap tahun untuk mengevaluasi dan memberikan umpan balik atas program kerja yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya.

 

Jakarta, 14 Desember 2015

YAYASAN LSP MARKETING

 

Bambang Tri Cahyono, Ph.D                                         

Ketua Pelaksana